Daftar Tema dan Alokasi Waktu Kurikulum 2013 untuk SD

KELAS 1
NO TEMA ALOKASI WAKTU
1 Diri Sendiri 4 Minggu
2 Kegemaranku 4 Minggu
3 Kegiatanku 4 Minggu
4 Keluargaku 4 Minggu
5 Pengalamanku 4 Minggu
6 Lingkungan Bersih, Sehat dan Asri 4 Minggu
7 Benda, Bintang, dan Tanaman di sekitarku 4 Minggu
8 Peristiwa Alam 4 Minggu
KELAS 2
NO TEMA ALOKASI WAKTU
1 Hidup Rukun 4 Minggu
2 Bermain di Lingkunganku 4 Minggu
3 Tugasku Sehari-hari 4 Minggu
4 Aku dan Sekolahku 4 Minggu
5 Hidup Bersih dan Sehat 4 Minggu
6 Air, Bumi dan Matahari 4 Minggu
7 Merawat Hewan dan Tumbuhan 4 Minggu
8 Keselamatan di Rumah dan Perjalanan 4 Minggu
KELAS 3
NO TEMA ALOKASI WAKTU
1 Sayangi Hewan dan Tumbuhan di Sekitar 3 Minggu
2 Pengalaman yang Mengesankan 3 Minggu
3 Mengenal Cuaca dan Musim 3 Minggu
4 Ringan Sama Dijinjing Berat Sama Dipikul 3 Minggu
5 Mari Kita Bermain dan Berolahraga 3 Minggu
6 Indahnya Persahabatan 3 Minggu
7 Mari Kita Hemat Energi untuk Masa Depan 3 Minggu
8 Berperilaku Baik dalam Kehidupan Sehari-hari 3 Minggu
9 Menjaga Kelestarian Lingkungan 3 Minggu
KELAS 4
NO TEMA ALOKASI WAKTU
1 Indahnya Kebersamaan 3 Minggu
2 Selalu Berhemat Energi 3 Minggu
3 Peduli terhadap Makhluk Hidup 3 Minggu
4 Berbagai Pekerjaan 3 Minggu
5 Menghargai Jasa Pahlawan 3 Minggu
6 Indahnya Negeriku 3 Minggu
7 Cita-citaku 3 Minggu
8 Daerah Tempat Tinggalku 3 Minggu
9 Makanan Sehat dan Bergizi 3 Minggu
KELAS 5
NO TEMA ALOKASI WAKTU
1 Bermain dengan Benda-benda di sekitar 7 Minggu
2 Peristiwa dalam Kehidupan 7 Minggu
3 Hidup Rukun 6 Minggu
4 Sehat itu Penting 7 Minggu
5 Bangga Sebagai Bangsa Indonesia 6 Minggu
KELAS 6
NO TEMA ALOKASI WAKTU
1 Selamatkan makhluk hidup 6 Minggu
2 Persatuan dalam perbedaan 5 Minggu
3 Tokoh dan Penemu 6 Minggu
4 Globalisasi 6 Minggu
5 Wirausaha 7 Minggu
6 Kesehatan masyarakat 8 Minggu

Kalender Pendidikan SD Tahun Pembelajaran 2014/2015

Tanpa terasa kita sudah memasuki Tahun Pembelajaran 2014/2015. Buat para guru “senjata” mengajarnya adalah perangkat pembelajaran yang harus sudah disiapkan diawal tahun pembelajaran.  Beberapa perangkat pembelajaran yang perlu disiapkan adalah program semester, program tahunan, silabur, RPP dan lain sebagainya.

Untuk menyusun program pembelajaran, syarat mutlak yang harus dimiliki guru adalah kalender pendidikan. Berikut saya lampirkan kalender pendidikan yang saya buat lengkap dengan program pembelajaran untuk siswa kelas V, kalender pendidikan ini dibuat mengacu kepada kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kotawaringin Barat, Nomor 100 Tahun 2014, tertanggal 5 Juni 2014. Semoga kalender pendidikan ini bermanfaat untuk anda, terutama dalam menyusun program pembelajaran.

KLIK DISINI untuk mendownload Kalender Pendidikan SD Tahun Pembelajaran 2014/2015

DAFTAR NILAI SISWA ONLINE

daftar nilai online

Kabar gembira buat siswa dan para orang tua siswa kelas IV-A SD Negeri-1 Sidorejo, kini daftar nilai raport semester 2 tahun pelajaran 2013/2014 dapat dilihat secara online melalui situs http://www.nilaionline.meximas.com/  Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga pembuatan website daftar nilai online ini dapat mengudara di dunia maya. Terima kasih tak terhingga kepada Bapak Adi Wiriawan yang sangat banyak membantu, semoga Allah SWT senantiasa memberikan yang terbaik buat kita. Amin.

Membuka Proteksi Pasword Pada Exel

Pernahkah kalian menerima file Microsoft Exel dari seorang teman atau dari hasil download diinternet? namun terkadang file exel tersebut ada sebagian atau beberapa cell nya yang tidak bisa diedit. Itu karena halaman lembar kerja exel diproteksi oleh penggunanya. Ada banyak faktor kenapa halaman exel tersebut di proteksi oleh pengguna, diantaranya adalah agar keamanan file exel tersebut terjaga. Baca lebih lanjut

Mencari Keliling Persegi dengan Sisi yang Tidak Diketahui

Contoh Soal :

Luas sebuah persegi 169 cm2. Keliling persegi tersebut
adalah … cm.

Keliling adalah jumlah semua sisi, khusus untuk persegi rumusnya adalah K = S x 4, nah bagaimana mencari keliling persegi dengan panjang SISI tidak diketahui. Untuk mencari panjang sisi, kita bisa manfaatkan luas persegi yang sudah diketahui. Baca lebih lanjut

Menghitung Banyaknya Jabat Tangan

Seandainya kalian menemukan soal seperti berikut :
Di dalam sebuah ruangan terdapat 46 orang yang mengadakan sebuah kegiatan, selesai kegiatan mereka saling berjabat tangan. Berapa kalikah terjadi jabat tangan atau bersalaman di antara keduanya tanpa pernah bersalaman 2 kali pada orang yang sama?

Dalam tulisan saya kali ini saya ingin berbagi bagaimana menyelesaikan soal di atas.

Untuk mempermudah dalam penjelasan, kita symbokan banyaknya jabat tangan = J, sedangkan banyaknya orang dengan symbol = B.

Rumus nya adalah :
J = B dibagi 2, dikali B-1 = ( B/2 ) x ( B-1)
Jadi penyelesaian soal di atas sebagai berikut :

Diketahui B = 46
Jadi J = (46/2) x (46-1)
= 23 x 45
= 1.035

Jadi dalam ruangan tersebut terjadi 1.035 kali jabat tangan.

Demikian pembahasan kali ini, semoga bermanfaat.

Aktivitas atau Aktifitas?

Tulisan ini merupakan tulisan ulang yang saya ambil dari sebuah halaman website yang bernama http://www.wisma-bahasa.com/. Kenapa saya merasa perlu menulis ulang pembahasan ini, saya merasa ini penting untuk menambah wawasan berbahasa kita. Kelihatannya sepele akan tetapi karena ketidaktahuan, kita sering salah dalam penulisan kata ini.

Kata aktivitas dan aktifitas tidak akan tampak perbedaannya bila dilafalkan atau diucapkan. Tetapi akan dapat terlihat perbedaannya bia kedua kata tersebut dalam bentuk tulisan. Kata aktivitas ditulis dengan huruf “v”, sedangkan aktifitas ditulis dengan huruf “f”. Lalu manakah kedua kata tersebut yang benar?

Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan adanya kata serapan (absorption) dari bahasa asing. Tentunya ada aturannya dalam menyerap kata-kata dari bahasa asing. Dalam bahasa Indonesia kata asing diserap dalam bentuk kata dasar ataupun kata berimbuhan. Imbuhan dari kata asing, seperti akhiran –ization dan –ity, tidak diserap secara lepas atau sama dari kata dasarnya. Imbuhan asing diserap bersama kata dasarnya.

Contoh:

==>Kata active diserap menjadi aktif.

         Sedangkan kata berimbuhan –ity diserap menjadi –itas.
==> activity diserap menjadi aktivitas.
(Imbuhan asing diserap bersama kata dasarnya)

Contoh lain adalah : reality menjadi realitas.

Lalu mengapa timbul kata atau bentuk aktifitas? Bentuk ini timbul karena sebagian orang beranggapan bahwa kata aktifitas berasal dari kata dasar aktif diberi akhiran –itas. Padahal, akhiran –itas tidak diserap ke dalam bahasa Indonesia. Jadi, bentuk yang benar adalah aktivitas. Tipe yang sama dapat kita jumpai pada kata efektif dan efektivitas.
(sumber: pusat bahasa)