Mencari Keliling Persegi dengan Sisi yang Tidak Diketahui

Contoh Soal :

Luas sebuah persegi 169 cm2. Keliling persegi tersebut
adalah … cm.

Keliling adalah jumlah semua sisi, khusus untuk persegi rumusnya adalah K = S x 4, nah bagaimana mencari keliling persegi dengan panjang SISI tidak diketahui. Untuk mencari panjang sisi, kita bisa manfaatkan luas persegi yang sudah diketahui. Baca lebih lanjut

Menghitung Banyaknya Jabat Tangan

Seandainya kalian menemukan soal seperti berikut :
Di dalam sebuah ruangan terdapat 46 orang yang mengadakan sebuah kegiatan, selesai kegiatan mereka saling berjabat tangan. Berapa kalikah terjadi jabat tangan atau bersalaman di antara keduanya tanpa pernah bersalaman 2 kali pada orang yang sama?

Dalam tulisan saya kali ini saya ingin berbagi bagaimana menyelesaikan soal di atas.

Untuk mempermudah dalam penjelasan, kita symbokan banyaknya jabat tangan = J, sedangkan banyaknya orang dengan symbol = B.

Rumus nya adalah :
J = B dibagi 2, dikali B-1 = ( B/2 ) x ( B-1)
Jadi penyelesaian soal di atas sebagai berikut :

Diketahui B = 46
Jadi J = (46/2) x (46-1)
= 23 x 45
= 1.035

Jadi dalam ruangan tersebut terjadi 1.035 kali jabat tangan.

Demikian pembahasan kali ini, semoga bermanfaat.

Aktivitas atau Aktifitas?

Tulisan ini merupakan tulisan ulang yang saya ambil dari sebuah halaman website yang bernama http://www.wisma-bahasa.com/. Kenapa saya merasa perlu menulis ulang pembahasan ini, saya merasa ini penting untuk menambah wawasan berbahasa kita. Kelihatannya sepele akan tetapi karena ketidaktahuan, kita sering salah dalam penulisan kata ini.

Kata aktivitas dan aktifitas tidak akan tampak perbedaannya bila dilafalkan atau diucapkan. Tetapi akan dapat terlihat perbedaannya bia kedua kata tersebut dalam bentuk tulisan. Kata aktivitas ditulis dengan huruf “v”, sedangkan aktifitas ditulis dengan huruf “f”. Lalu manakah kedua kata tersebut yang benar?

Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan adanya kata serapan (absorption) dari bahasa asing. Tentunya ada aturannya dalam menyerap kata-kata dari bahasa asing. Dalam bahasa Indonesia kata asing diserap dalam bentuk kata dasar ataupun kata berimbuhan. Imbuhan dari kata asing, seperti akhiran –ization dan –ity, tidak diserap secara lepas atau sama dari kata dasarnya. Imbuhan asing diserap bersama kata dasarnya.

Contoh:

==>Kata active diserap menjadi aktif.

         Sedangkan kata berimbuhan –ity diserap menjadi –itas.
==> activity diserap menjadi aktivitas.
(Imbuhan asing diserap bersama kata dasarnya)

Contoh lain adalah : reality menjadi realitas.

Lalu mengapa timbul kata atau bentuk aktifitas? Bentuk ini timbul karena sebagian orang beranggapan bahwa kata aktifitas berasal dari kata dasar aktif diberi akhiran –itas. Padahal, akhiran –itas tidak diserap ke dalam bahasa Indonesia. Jadi, bentuk yang benar adalah aktivitas. Tipe yang sama dapat kita jumpai pada kata efektif dan efektivitas.
(sumber: pusat bahasa)